Latest Posts

 Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam

Ketika penulis mendapatkan tugas sebagai Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 2002, konsep integrasi dan interkoneksi menjadi wacana yang aktual bagi kalangan akademisi di IAIN Sunan Kalijaga. Sebagai direktur ketika itu, maka penulis meresponnya dengan mengubah/menambah kurikulum yang ada, dengan menambah tiga mata kuliah yang dipandang sangat penting waktu itu, yaitu 1) metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, 2) agama, filsafat dan sains, dan 3) isu-isu global. Mata kuliah tersebut diajarkan dengan pendekatan intregratif dan interkonektif.
Ketiga mata kuliah ini menjadi bagian utama untuk melakukan integrasi dan interkoneksi yang dimulai dengan menata metodologinya terlebih dahulu, dengan menyatukan mata kuliah metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, yang diajarkan oleh masing-masing ahli di bidangnya, dengan harapan integrasi dan interkoneksi itu bisa dikembangkan dengan landasan metodologi yang mantap. Pada hakikatnya konsep integrasi dan interkoneksi harus dimulai dari integrasi dan interkoneksi metodologinya. Tanpa dasar metodologi yang kuat, maka integrasi dan interkoneksi hanya akan menjadi hal mengawang-awang, tidak jelas dan tidak pernah bisa membumi.
Kemudian mata kuliah agama, budaya dan sains diajarkan dengan tujuan untuk melihat sesuatu masalah dari pendekatan lintas agama, budaya dan sains, sehingga integrasi dan interkoneksi dengan sendirinya akan terbentuk dan terbawa dalam melihat setiap masalah kehidupan dan kemanusiaan. Matakuliah ini sangat penting, karena mata kuliah ini diharapkan dapat mengembangkan paradigma integrasi dan interkoneksi melalui pembentukan tradisi akademik yang berdimensi lintas agama, lintas budaya dan lintas sains, dan ini menjadi tuntutan menjawab problematika kontemporer yang tidak bisa didekati hanya dengan pendekatan tunggal keilmuan. Masalah kemiskinan, kesejahteraan dan perdamian tidak bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal, baik ekonomi semata-mata, demikian juga pendekatan tunggal sosial, politik, budaya mau pun agama.
Selanjutnya mata kuliah isu-isu global ditambahkan sebagai aktualisasi paradigma integrasi dan interkoneksi secara praksis untuk memahami, mendalami dan menganalisis problematika global sebagai fenomena aktual masa kini yang sudah merupakan fenomena global, yang mau tidak mau, pendekatan integrasi dan interkoneksi itu mutlak dipergunakan. Tanpa integrasi dan interkoneksi keilmuan, kita tidak mungkin dapat memahami dan memecahkan masalah-masalah global. Penulis sendiri waktu itu mengajar aspek budaya dalam sains dan agama, bersama dengan Prof Amin Abdulah aspek agama dan Prof Choiril Anwar dari Universitas Gadjah Mada aspek sains, dan penulis pada aspek kebudayaan.
FILSAFAT ISLAM SEBAGAI METODA
Menurut pandangan penulis, filsafat Islam mempunyai potensi aktual untuk mengintegrasikan dan menginterkoneksikan studi-studi keislaman secara praksis. Tanpa dasar filsafat Islam, rasanya sulit untuk dapat mengintegrasikan dan menginterkoneksikan ilmu-ilmu keislaman. Dalam tahap ini, filsafat Islam harus diletakkan sebagai metodologi berpikir, bukan diletakkan pada kajian tokoh-tokohnya dan pemikirannya saja, atau hanya fokus pada tema-tema filsafat saja serta periodisasinya.
Pada hakikatnya setiap studi keislaman, selalu mempunyai dasar filsafatnya sendiri-sendiri. Dalam sejarah perkembangan ilmu, filsafat adalah induk dari setiap ilmu pengetahuan. Karena itu setiap cabang ilmu sesungguhnya mempunyai landasan filsafatnya sendiri sendiri. Ilmu hukum dengan filsafat hukumnya, demikian juga filsafat eknonomi untuk ilmu ekonomi, fisafat politik untuk ilmu politik, juga arsitektur dengan filsafat arsitekturnya dan seterusnya.
Filsafat Islam sebagai metoda, akan mengintegrasikan dan menginterkoneksikan studi-studi keislaman dalam suatu world view yang multidimensional. Dalam buku “Filsafat Islam Sunah Nabi Dalam Berpikir” penulis menyusun cara berpikir Islam yang dikonstruk dari tradisi berpikir Nabi sendiri dalam menjawab berbagai kasus. Dalam sejarah kenabian, terlihat bahwa para nabi dalam menjawab suatu masalah,tidak selamanya bergantung pada wahyu. Demikina juga yang dialami nabi Muhammad Saw., terutama dalam tradisi berpikir beliau sebelum usia empat puluh tahun, atau sebelum beliau menerima wahyu, sedangkan setelah usia empat puluh tahun itu berada dalam konstruksi dialektik antara aqal dan wahyu. Alquran 62:2 dijelaskan yang artinya sebagai berikut : “Dia (Allah) yang mengutus di antara orang-orang ummi, seorang Rasul dari kalangan mereka, yang menjelaskan kepada mereka ayat-ayatNya, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya adalah dalam kesesatan yang nyata”.
Dalam pandangan penulis seorang Rasul itu mengajarkan Kitab yaitu turunnya wahyu yang diterima dari Tuhannya yang terjadi secara bertahap sesuai dengan tahapan kehidupan. Sedangkan hikmah, bisa diartikan sebagai penjelasan dan penjabaran yang bisa dimengerti umatnya tentang hakikat kebenaran wahyu yang diterimanya. Dalam kenabian Muhammad Saw., ada yang menyebut hikmah sebagai al hadits. Hikmah juga bisa diartikan sebagai pengetahuan yang mendalam, suatu kearifan yang terdapat di balik realitas, kejadian dan peristiwa. Dalam ungkapan sehari-hari, ketika seseorang dalam kehidupannya menghadapi suatu kejadian, peristiwa, musibah atau ujian, seringkali dikatakan untuk bisa mengambil hikmahnya.
Karena itu, hikmah bisa diartikan sebagai pengetahuan yang mendalam, suatu kearifan yang diperoleh dari balik pemahaman terhadap realitas, suatu wisdom yang lahir dari pemikiran seseorang yang mendalam dalam perjalanan hidupnya. Dengan kata lain, maka hikmah sesungguhnya dapat diartikan sebagai pengetahuan filsafat, yaitu pencapaian atas kebenaran melalui pemikiran radikal terhadap realitas. Dalam konteks kerasulan yang tugasnya mengajarkan kitab dan hikmah, maka pengajaran tentang hikmah ini bisa dipahami sebagai filsafat, karena seorang rasul dalam sejarahnya juga pengajar tentang hakikat kehidupan dan makna hidup bagi manusia, yang sebenarnya menjadi inti dari flsafat.
Alquran 2:269 dijelaskan yang artinya “ Allah anugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya dan barang siapa yang medapatkannya, ia benar-benar telah dianugerahi suatu kebaikan yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengerti”. Dalam konteks ini, maka seorang nabi adalah juga seorang yang mendapat pengetahuan hikmah, yang menjadi inti dari filsafat. Seorang nabi juga bisa disebut seorang filosuf sebagai pengajar himah atau filsafat yaitu pengajar hakikat kebenaran segala sesuatu dalam hidup dan menjalaninya.
Untuk mampu mengajarkan kitab yang dikembangkan dalamsuatu hikmah, maka seorang nabi pastinya mempunyai suatu model berpikir tertentu yang memungkinkannya menembus realitas dan menemukan hakikat kebenaran di balik realitas atau kejadian. Model berpikir tersebut dipakai untuk memahami dan mendalami kebenaran melalui integrasi “aql” dan “qalb”.
Dalam Alquran 22: 46 menjelaskan yang artinya “maka tidak pernahkah mereka berjalan di muka bumi, sehingga hati mereka dapat memahami, telinga dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada”.
Selanjutnya dalam Alquran 33 : 21 dijelaskan yang artinya “sungguh pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan pada hari kemudian, serta mereka banyak mengingat Allah. Keteladanan nabi yang utama bagi penulis bukanlah pada perbuatannya, seperti cara makan dan memelihara jenggot saja, tetapi keteladanan beliau pada pemikirannya, karena perbuatan adalah tindak lanjut dari pemikiran, pemikiran adalah ibu kandung perbuatan. Bahkan dalam prinsip etika, perbuatan yang tidak disertai pemikiran adalah pemikiran yang tidak disadari, maka perbuatan itu tidak termasuk ranah etika, seperti perbuatan orang yang kehilangan akal sehatnya atau perbuatan orang gila.
Paradigma integratif dan interkonektif sesungguhnya dapat dimungkinkan dengan integrasinya “aql” dan “qalb” sebagai suatu metoda berpikir untuk memahami realitas. Pendekatan integratif adalah pendekatan ulul’albab yang secara jelas digambarkan Alquran 3: 190-191 yang artinya sebagai berikut : “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang adalah tanda-tanda bagi ulul albab, yaitu mereka yang mengingat (zikir/qalb) tentang Allah dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring dan memikirkan (aql, rasio) tentang penciptaan langit dan bumi ; ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia ; Mahasuci Engkau, maka hindarkanlah kami dari siksaan neraka.
Penjelasan Alquran di atas bisa dimengerti akan adanya proses rasional transcendental di mana 1) mengingat (zikir pada kekuasaan Allah) mendahului 2) berpikir untuk memahami dan mendalami semua ciptaanNya di langit dan di bumi,3) dan mencapai proses transendensi dengan 4) kesadaran tidak akan menyia-nyiakan semua ciptaanNya dan aktualitas perbuatan yang terhindar dari siksaan neraka. Ini menjadi metoda berpikir integratif dan interkonektif yang berada dalam jalan hidup seseorang untuk selalu mensyukuri dan menghindari siksaan neraka.
Karena itu, bagi penulis makna surat al fatihah yang dibaca setiap kali oleh seorang muslim ketika menjalankan solat, terutama saat membaca Alquran 1: 6-7 yang dijelaskan artinya : “tunjukkan kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan pula mereka yang tersesat. Maka jalan lurus itu dapat dimengerti sebagai metoda berpikir yang secara konsisten dan lurus, kemudian diaktualisasikan dalam perbuatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama, akan menjadi nikmat, bukan laknat apalagi tersesat.
Filsafat Islam sebagai metoda berpikir menjadi dasar bagi peradigma integrative interkonektif, yang secara sistemik menyatukan antara aql, qalb, wahyu dan realitas menjadi suatu metodologi berpikir yang bersifat rasional transcendental, dan selalu berdimensi majemuk. Karena itu, filsafat Islam sebagai metode berpikir seperti yang dijelaskan di atas, akan menjadi dasar dalam merumuskan filsafat dalam studi-studi keislaman. Dalam kaitan ini, maka seharusnya dalam setiap fakultas diajarkan filsafat Islam sesuai dengan bidang kajiannya masing masing, seperti filsafat hukum Islam di fakultas syari’ah, filsafat pendidikan Islam di fakultas tarbiyah, filsafat dakwah Islam di fakultas dakwah, filsafat eknonomi Islam di fakultas ekonomi dan bisnis dan seterusnya.
INTEGRASI DAN INTERKONEKSI SEBAGAI METODOLOGI DALAM STUDI KEISLAMAN
Dalam sebuah forum dialog di TVRI Yogyakarta, penulis selaku rektor UIN Sunan Kalijaga ditanya oleh seorang pemirsa, bahwa berubahnya IAIN menjadi UIN adalah suatu pendangkalan ilmu agama. Pertanyaan mereka itu didasarkan pada fenomena bahwa penguasaan ilmu agama pada alumni UIN lebih rendah daripada alumni IAIN dulu. Pertanyaan itu juga pernah menjadi perdebatan yang panjang di kalangan akademisi IAIN ketika kita akan berubah menjadi UIN.
Di samping itu, pandangan bahwa ilmu keislaman adalah ilmu agama masih tetap kuat di kalangan masyarakat Islam sendiri, sehingga ilmu keislaman bagi mereka adalah ilmu-ilmu agama seperti yang ada di IAIN dulu, yaitu ushuluddin, dakwah, syariah, adab dan terbiyah. Sedangkan ilmu-ilmu di luar studi agama adalah bukan ilmu keislaman. Dengan kata lain, mereka sebenarnya masih berpandangan bahwa Islam adalah agama, bukan kebudayaan, sehinga sains dan teknologi sebagai bagian dari kebudayaan, tidaklah termasuk kajian keislaman.
Karena itu, paradigm integratif dan interkonektif menjadi sangat penting dan fundamental dalam merumuskan kajian-kajian keislaman, di mana posisi Islam sebagai nilai-nilai yang mendasar dan mengikat setiap kajian keislaman yang ada dalam berbagai aspek kebudayaan, baik kebudayaan sebagai sistem nilai, produk maupun eksistensi manusia dalam perjalanan hidupnya yang kompleks.
Dalam pandangan penulis, yang paling sulit dilakukan dalam usaha melakukan integrasi dan interkoneksi studi-studi keislaman adalah bagaimana merumuskan metodologinya. Upaya integrasi dan interkoneksi yang banyak dilakukan sekarang ini adalah mengintegrasikan dan menginterkoneksikan materi kajian dari studi studi keislaman dalam kajian ilmu-ilmu umum atau sebaliknya, seperti mengintegrasikan materi kajian kajian Islam, terutama Alquran dan Alhadits diintegrasikan dan diinterkoneksikan dengan bidang kajian-kajian ilmu-ilmu umum.
Konsep pohon ilmu ilmu keislaman (Prof Imam Suprayogo) serta konsep jaring labah-labah ilmu ilmu keislaman ( Prof Amin Abdullah) menurut pandangan penulis yang sempit ini, rasanya belum sampai merumuskan pada metodologinya. Integrasi dan interkoneksi model ini, seringkali diimplementasikan dengan melakukan integrasi infrastruktur fisik dan non fisik, termasuk material dan bahan ajar dalam pengembangan keilmuan dalam suatu konsep universitas.
Dalam pandangan Islam, sebenarnya tidak mengenal dualisme pendidikan dan dikhotomi keilmuan. Pendidikan harus dilakukan secara integratif, sehingga keragaman ilmu bisa saling menyapa dan menyatu dalam memecahkan persoalan kemanusiaan yang makin kompleks. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa masalah masalah kemanusiaan, seperti kesejahteraan, kemiskinan, kebahagiaan, keamanan dan perdamaian, tidaklah bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal keilmuan semata mata. Karena itu, pendekatan integratif dan interkonektif adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan yang semakin global ini.
Jika kita akan menempatkan integrasi dan interkoneksi sebagai suatu metodologi, maka dalam setiap jenjang pendidikan di UIN Suka baik S1, S2 maupun S3nya, bagaimana jabaran dalam kurikulumnya. Demikian juga halnya dalam berbagai fakultas yang ada, bagaimana integrasi dan interkoneksi sebagai metodologi dapat diimplementasi-kan dalam berbagai fakultas, sehingga sehingga masing-masing keilmuan yang dikembangkan oleh setiap fakultas berada dalam ikatan metodologi yang sama, yaitu integrasi dan interkoneksi.
Semoga bermanfaat wallahu a’lamu bishshowab.
(Disampaikan dalam rangka Seminar “Praksis Paradigma Integrasi Interkoneksi Ilmu dan Transformasi Islamic Studies”, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Convention Hall, 22-23 Oktober 2014)


SUMBER : uin-suka.ac.id
      Assalamu'alaikum, selamat datang di Moel Collins dengan pembahasan tentang cara menggunakan sukamail untuk membuat sebuah blog.

    Yang perlu diketahui yaitu adalah sukamail sendiri, "apa sih sukamail itu?". Ya, sukamail adalah sebuah alamat email dari website https://uin-suka.ac.id  milik Universitas UIN Sunan Kalijaga yang bekerja sama dengan google, atau dengan kata lain ketika kita memiliki email tersebut, berarti sama saja kita seperti memiliki email google dikarenakan memiliki fungsi yang sama. Dan salah satunya adalah membuat blog dengan blogger.
-Apa itu blog?

-Blog adalah sebuah situs online baik yang digunakan dengan mudah untuk semua kalangan bagi mereka yang meliliki email, hebatnya blog ini kita tidak perlu menguasai bahasa pemrograman. Biasanya digunakna untuk keperluan pribadi, karena blog bisa digunakan tanpa biaya. Dengan desain yang simpel dan performa yang cukup untuk keperluan pribadi.


Syarat membuat blog yaitu adalah dengan email, apabila anda belum memiliki email maka bisa membuatnya di gmail atau di sukamail

        Manfaat sebuah Blog

-Pendidikan (proses belajar mengajar)
-Catatan harian online
-Tempat untuk sharing (berbagi ilmu)
-Berbisnis online
-Penghasil uang
-Media promosi
-Menjalin persahabatan antar pemilik blog
-Menyalurkan sebuah hobby
-Dan mengerjakan tugas (seperti artikel ini :D )
     
Blog yang biasa digunakan

blogger
wordpress
detik
dll. 

       Keunggulan sukamail


    Sukamail milik universitas UIN Sunan Kalijaga ini telah bekerja sama dengan google, sehingga kita tak perlu membuat gmail untuk membuat sebuah blog.


Cara membuat blog dengan sukamail

-Sukamail diperuntukkan bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, yaitu dengan membuka
-Buka Blogger.com
-Dengan begitu anda bisa bebas membuat artikel-artikel yang ada di blogger


bersambung..

Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data di UIN Sunan Kalijaga


UPT. PTIPD merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di awal sejarah pendiriannya, PTIPD berupa unit yang bernama Pusat Komputer (Puskom) dengan tugas yang masih sangat sederhana, sesuai dengan kondisi kebutuhan institusi saat itu. Secara yuridis, Puskom sudah ada sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Agama republik Indonesia (KMA RI) nomor 385 Tahun 1993 tanggal 29 Desember 1993, tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam KMA RI tersebut terdapat pasal 60 yang memuat tentang Puskom dan menjelaskan bahwa Puskom adalah unsur penunjang IAIN Sunan Kalijaga di bidang komputer (pasal 60 ayat 1). Puskom dipimpin oleh seorang kepala, yang ditunjuk di antara pranata komputer senior di lingkungan Puskom yang bertanggungjawab kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik (pasal 60 ayat 2).
Keberadaan Pusat Komputer sebagai unit pelasana teknis atau unsur penunjang di IAIN Sunan Kalijaga juga dimuat dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 399 Tahun 1993 tentang statuta Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diperlukan adanya sarana pendukung berupa Puskom yang berkemampuan tinggi, teruji tingkat validitasnya, efisien, efektif dan didukung oleh keakuratan data, kecepatan pengolahan serta keamanan yang terjamin, maka Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat itu, Prof. Dr. H.M. Atho Mudzhar, membentuk tim pelaksana penyiapan Program Pusat Komputer IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Akibat adanya tuntutan perkembangan zaman yang meniscayakan kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat, maka pada tahun 2004, dilakukan penggabungan dua lembaga pengelola informasi, yaitu Pusat Komputer dan Sub Bagian Sistem Informasi, menjadi sebuah unit pelaksana teknis yang bernama Pusat Komputer dan Sistem Informasi (PKSI). Puskom adalah salah satu dari dua unit pelaksana teknis atau unsur penunjang pada IAIN Sunan Kalijaga (Statuta IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2001 Pasal 121 ayat 3) yang ada saat itu di samping Perpustakaan. Sedangkan Sub Bagian Sistem Informasi, semula merupakan sub bagian dari Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi (PSI). Keberadaan PKSI saat itu dipayungi oleh Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia (KMA RI) nomor 390 Tahun 2004 tanggal 3 September 2004.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang menuntut adanya jaminan pengelolaan data dan pengolahan serta penyajian informasi yang cepat dan akurat, maka pada tahun 2013 diadakan perubahan tugas dan fungsi dari PKSI yang berdampak pada perubahan terhadap nama unit pengelola data dan informasi ini sehingga menjadi Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Kebutuhan terhadap perubahan ini terjadi secara umum di tingkat nasional, sehingga nama, tugas, dan fungsi dari unit pelaksana pengelola data dan teknologi informasi ini dibuat standar untuk seluruh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN). Khusus untuk UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, perubahan atas nama, tugas, dan fungsi unit ini tercantum dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (PMA RI) Nomor 26 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja (ortaker) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam ortaker ini, sebagaimana yang tercantum pada pasal 84, PTIPD memiliki tugas untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi manajemen, pengembangan, pemeliharaan jaringan dan aplikasi, pengelolaan basis data, pengembangan teknologi lainnya, dan kerjasama jaringan. Berdasarkan ortaker tersebut, PTIPD dipimin oleh kepala yang diangkat oleh Rektor, berada di bawah dan bertanggung-jawab kepada Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan.
cara mudah untuk mendownload video youtube


    Disini saya akan memberikan sedikit informasi tenttang cara mudah mendownload video youtube,
caranya gampang banget sob.
 #pertama: buka dulu youtube.com
 #ke2      : tulis judul video yang akan di download
 #ke3      : copy url pada addres bar, contoh: http://www.youtube.com/watch?v=TJNn_FBjKWs
 #ke 4     : buka nih savefrom.net
 #ke 5     : paste pada kolom lalu klik download

dan hasilnya akan seperti gambar di bawah ini :


selamat mencoba sob :D, jangan lupa komennya


TERUNTUK PEREMPUAN KESAYANGAN


    Perempuan selamanya selalu lebih dewasa dari laki-laki seumurnya..

   "Ketika aku sangat-sangat mencintai sesorang.. lalu ketika ada orang lain yang mengasihinya, mencintainya.. maka aku akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia bahagia selamanya".

   JATUH CINTA.. hal tersebut menjadi suatu hal yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.

   Bahkan ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan, secara irasional kita tetap membuatnya menjadi rasional.
   
   Cinta membantu kita menerjemahkan diri, setidaknya seperti itu.

   Ketika kita bisa berubah mati-matian untuk menjadi lebih baik hanya karna untuk atau karena seseorang. setidaknya kita mendapatkan kebaikan untuk diri kita sendiri.

   Bahkan ketika cinta itu berbalas ataupun tidak, itu tetap cinta. Cinta sudah seharusnya membawa kebaikan, cinta sudah seharusnya membawa aura positif, sekecil apapun itu.

  Cinta itu penerimaan, dan penerimaan itu keikhlasan. Setelah apa yagn kita lakuka dan apa yang kita usahakan, bukankah hal terbaik adalah menerimanya?

   Melantung kidung doa penuh kebaikan, atas apa yang kita terima, entah baik atau sebaliknya,dan itu tidaklah mudah.

   Love like a ballon, easy to blow up, and fun to see grow, but hard to let go and watch fly away.

   Mencintai ataupun dicintai adalah hal yang sama-sama beresiko. Terimakasih telah mencintaiku, dan biarkanlah aku.. tetap mencintaimu. 

                                                                                       
  

ADAKAH AKU


   Teringat senyumnya
   Ku masih merasakan pelukannya 
   Ku mulai menatap matanya
   Dan kubisikkan CINTA untuknya

                  Aku bertanya kepadanya
            Adakah aku di hatinya
            Adakah namaku dalam nafasnya
            Adakah bayanganku dalam bayangannya

    Ku ingat tatapan matanya
   Ku rasakan hangat jemarinya
   Ku mulai megerti setiap katanya
                               Dan ku ingin segera memilikinya


                                                           

    



TARIAN CINTA 


Tarian Cinta

Dancing Arabs
Novel menyentuh ini berkisah tentang kehidupan seorang pemuda Palestina yang tinggal di wilayah Israel. Kakeknya tewas dalam perang 1948 dan ayahnya masuk penjara dua athun sebelum kawin karena dituduh membom sebuah kafetaria kampus. Ia sendiri tak peduli pada politik. Ia malah masuk sebuah SMA Yahudi bergengsi karena mendapat beasiswa. Ia tak menyelesaikan kuliahnya, lalu bekerja serabutan dan kawin dengan seorang gadis Arab yang bekerja sebagai juru rawat.

Dihiasi berbagai kisah mengharukan dan perenungan tentang persahabatan, perang dan damai , novel ini menggambarkan kehidupan sehari-hari di ranah yang penuh dengan konflik, di mana kekacauan sudah menyusup sampai ke sel-sel terkecil kehidupan dan kekerasan merajalela sehingga orang-orang saling mendehumanisasi. Namun, novel ini memberi gambaran kehidupan sehari-hari yang membuat pembaca bisa melihat bagaimana orang-orang Arab dan Yahudi hidup bersama dengan damai.

Novel ini layak disimak oleh pembaca di tanah air untuk mendapatkan perspektif lain tentang konflik di Timur Tengah dan kisah hidup seorang anak manusia di tengah negeri yang terkoyak permusuhan.

gimana? tertarik ingin membaca tanpa membeli buku ini? klik disini untuk mendownload




AGAR OTAK KIRI DAN KANAN SEIMBANG

   


Otak kita yang tidak seimbang (asimetris)
       Pengetahuan kita selama ini mengatakan bahwa otak kiri mengontrol bagian disebelah kanan tubuh, dan otak kanan mengontrol bagian tubuh di sebelah kiri. Namun penemuan terakhir ini oleh Dr. Iaccino mengatakan bahwa otak kiri “bertanggung jawab” dalam sebagian besar aktivitas, termasuk sisi kanan dan sebagian sisi kiri. Maka tidak heran bila kita lebih banyak menggunakan tangan kanan, kaki kanan, mata tertentu dll. Menurut penelitian, 9 dari 10 manusia mempunyai otak kiri yang lebih besar. Pusat intelegensi kita yang paling aktif (area wernicle) ada pada otak kiri (area wernicle otak kiri), sedangkan pusat intelegensi pada otak kanan (area wernicle otak kanan) lebih kecil karena sangat jarang digunakan akibat dari fungsi berbahasa yang ada pada otak kiri yang lebih sering digunakan, yang tidak dimiliki otak sebelah kanan. Maka secara fisik pun ukuran belahan otak kiri dan kanan tidak benar-benar sama, tergantung otak belahan mana yang lebih aktif.


Seseorang yang dominan belahan kiri, biasanya akan:
  • Memilih sesuatu yang berurutan
  • Belajar lebih baik dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
  • Lebih memilih system membaca fonetik
  • Menyukai kata-kata symbol dan huruf
  • Lebih memilih membaca subyeknya lebih dulu
  • Mau berbagi informasi fakta yang berhubungan
  • Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
  • Mengalami focus internal lebih besar
  • Menginginkan struktur dan prediksi
 
Seseorang yang dominan belahan kanan, biasanya akan:
  • Merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak
  • Paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian
  • Lebih memilih system membaca seluruh bahasa
  • Menyukai gambar, grafik dan diagram
  • Lebih memilih melihat atau mengalami subyeknya lebih dulu
  • Mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu
  • Lebih memilih yang spontan, lingkungan belajar yang mengalir
  • Mengalami fokus eksternal yang lebih besar
  • Menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru & mengejutkan.

  Gunakan kedua belahan otak Anda
   Singkat kata: kita menggunakan kedua belah sisi otak pada hampir setiap waktu. Sebetulnya tidak mungkin kita dapat menghentikan salah satunya sama sekali. Setelah anda membaca tulisan ini pun, saat ini pula otak anda terus berpikir dan membandingkan data yang sebelumnya ada dan anda ketahui dalam otak anda dengan tulisan saya yang baru anda baca ini. Dan otak anda terus berpikir bahkan ketika anda tidak menyadarinya. Memang otak kita bekerja begitu banyak diluar kesadaran kita.

RENUNGAN KITA

Banyak manusia terlena dengan gemerlapnya dunia ,sampai-sampi mereka bermusuhan dan saling membunuh satu sama lain demi mendapatkan dunia ( semoga kita tidak termasuk didalamnya) dan ini termasuk fitroh manusia,. Allah berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

14.  Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Q.s Ali ‘imran:14)

Maka untuk itu kita sebagai hamba Allah yang mengharapkan ridho dan pahalanya,harus mengetahui hakekat dunia,,yang sungguhnya Allah berfirman :

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

64.  Dan tiadalah kehidupan dunia Ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang Sebenarnya kehidupan, kalau mereka Mengetahui. (Q.s Al Ankabut: 64)

Dunia ini adalah sendau gurau dan permainan, dan sebagai orang beriman akheratlah tujuan kita,karena kehidupan akherat adalah kehidupan yang nyata dan kekal.