Moel Collins

persembahan untukmu para pembaca

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
 Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam

Ketika penulis mendapatkan tugas sebagai Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 2002, konsep integrasi dan interkoneksi menjadi wacana yang aktual bagi kalangan akademisi di IAIN Sunan Kalijaga. Sebagai direktur ketika itu, maka penulis meresponnya dengan mengubah/menambah kurikulum yang ada, dengan menambah tiga mata kuliah yang dipandang sangat penting waktu itu, yaitu 1) metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, 2) agama, filsafat dan sains, dan 3) isu-isu global. Mata kuliah tersebut diajarkan dengan pendekatan intregratif dan interkonektif.
Ketiga mata kuliah ini menjadi bagian utama untuk melakukan integrasi dan interkoneksi yang dimulai dengan menata metodologinya terlebih dahulu, dengan menyatukan mata kuliah metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, yang diajarkan oleh masing-masing ahli di bidangnya, dengan harapan integrasi dan interkoneksi itu bisa dikembangkan dengan landasan metodologi yang mantap. Pada hakikatnya konsep integrasi dan interkoneksi harus dimulai dari integrasi dan interkoneksi metodologinya. Tanpa dasar metodologi yang kuat, maka integrasi dan interkoneksi hanya akan menjadi hal mengawang-awang, tidak jelas dan tidak pernah bisa membumi.
Kemudian mata kuliah agama, budaya dan sains diajarkan dengan tujuan untuk melihat sesuatu masalah dari pendekatan lintas agama, budaya dan sains, sehingga integrasi dan interkoneksi dengan sendirinya akan terbentuk dan terbawa dalam melihat setiap masalah kehidupan dan kemanusiaan. Matakuliah ini sangat penting, karena mata kuliah ini diharapkan dapat mengembangkan paradigma integrasi dan interkoneksi melalui pembentukan tradisi akademik yang berdimensi lintas agama, lintas budaya dan lintas sains, dan ini menjadi tuntutan menjawab problematika kontemporer yang tidak bisa didekati hanya dengan pendekatan tunggal keilmuan. Masalah kemiskinan, kesejahteraan dan perdamian tidak bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal, baik ekonomi semata-mata, demikian juga pendekatan tunggal sosial, politik, budaya mau pun agama.
Selanjutnya mata kuliah isu-isu global ditambahkan sebagai aktualisasi paradigma integrasi dan interkoneksi secara praksis untuk memahami, mendalami dan menganalisis problematika global sebagai fenomena aktual masa kini yang sudah merupakan fenomena global, yang mau tidak mau, pendekatan integrasi dan interkoneksi itu mutlak dipergunakan. Tanpa integrasi dan interkoneksi keilmuan, kita tidak mungkin dapat memahami dan memecahkan masalah-masalah global. Penulis sendiri waktu itu mengajar aspek budaya dalam sains dan agama, bersama dengan Prof Amin Abdulah aspek agama dan Prof Choiril Anwar dari Universitas Gadjah Mada aspek sains, dan penulis pada aspek kebudayaan.
FILSAFAT ISLAM SEBAGAI METODA
Menurut pandangan penulis, filsafat Islam mempunyai potensi aktual untuk mengintegrasikan dan menginterkoneksikan studi-studi keislaman secara praksis. Tanpa dasar filsafat Islam, rasanya sulit untuk dapat mengintegrasikan dan menginterkoneksikan ilmu-ilmu keislaman. Dalam tahap ini, filsafat Islam harus diletakkan sebagai metodologi berpikir, bukan diletakkan pada kajian tokoh-tokohnya dan pemikirannya saja, atau hanya fokus pada tema-tema filsafat saja serta periodisasinya.
Pada hakikatnya setiap studi keislaman, selalu mempunyai dasar filsafatnya sendiri-sendiri. Dalam sejarah perkembangan ilmu, filsafat adalah induk dari setiap ilmu pengetahuan. Karena itu setiap cabang ilmu sesungguhnya mempunyai landasan filsafatnya sendiri sendiri. Ilmu hukum dengan filsafat hukumnya, demikian juga filsafat eknonomi untuk ilmu ekonomi, fisafat politik untuk ilmu politik, juga arsitektur dengan filsafat arsitekturnya dan seterusnya.
Filsafat Islam sebagai metoda, akan mengintegrasikan dan menginterkoneksikan studi-studi keislaman dalam suatu world view yang multidimensional. Dalam buku “Filsafat Islam Sunah Nabi Dalam Berpikir” penulis menyusun cara berpikir Islam yang dikonstruk dari tradisi berpikir Nabi sendiri dalam menjawab berbagai kasus. Dalam sejarah kenabian, terlihat bahwa para nabi dalam menjawab suatu masalah,tidak selamanya bergantung pada wahyu. Demikina juga yang dialami nabi Muhammad Saw., terutama dalam tradisi berpikir beliau sebelum usia empat puluh tahun, atau sebelum beliau menerima wahyu, sedangkan setelah usia empat puluh tahun itu berada dalam konstruksi dialektik antara aqal dan wahyu. Alquran 62:2 dijelaskan yang artinya sebagai berikut : “Dia (Allah) yang mengutus di antara orang-orang ummi, seorang Rasul dari kalangan mereka, yang menjelaskan kepada mereka ayat-ayatNya, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya adalah dalam kesesatan yang nyata”.
Dalam pandangan penulis seorang Rasul itu mengajarkan Kitab yaitu turunnya wahyu yang diterima dari Tuhannya yang terjadi secara bertahap sesuai dengan tahapan kehidupan. Sedangkan hikmah, bisa diartikan sebagai penjelasan dan penjabaran yang bisa dimengerti umatnya tentang hakikat kebenaran wahyu yang diterimanya. Dalam kenabian Muhammad Saw., ada yang menyebut hikmah sebagai al hadits. Hikmah juga bisa diartikan sebagai pengetahuan yang mendalam, suatu kearifan yang terdapat di balik realitas, kejadian dan peristiwa. Dalam ungkapan sehari-hari, ketika seseorang dalam kehidupannya menghadapi suatu kejadian, peristiwa, musibah atau ujian, seringkali dikatakan untuk bisa mengambil hikmahnya.
Karena itu, hikmah bisa diartikan sebagai pengetahuan yang mendalam, suatu kearifan yang diperoleh dari balik pemahaman terhadap realitas, suatu wisdom yang lahir dari pemikiran seseorang yang mendalam dalam perjalanan hidupnya. Dengan kata lain, maka hikmah sesungguhnya dapat diartikan sebagai pengetahuan filsafat, yaitu pencapaian atas kebenaran melalui pemikiran radikal terhadap realitas. Dalam konteks kerasulan yang tugasnya mengajarkan kitab dan hikmah, maka pengajaran tentang hikmah ini bisa dipahami sebagai filsafat, karena seorang rasul dalam sejarahnya juga pengajar tentang hakikat kehidupan dan makna hidup bagi manusia, yang sebenarnya menjadi inti dari flsafat.
Alquran 2:269 dijelaskan yang artinya “ Allah anugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya dan barang siapa yang medapatkannya, ia benar-benar telah dianugerahi suatu kebaikan yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengerti”. Dalam konteks ini, maka seorang nabi adalah juga seorang yang mendapat pengetahuan hikmah, yang menjadi inti dari filsafat. Seorang nabi juga bisa disebut seorang filosuf sebagai pengajar himah atau filsafat yaitu pengajar hakikat kebenaran segala sesuatu dalam hidup dan menjalaninya.
Untuk mampu mengajarkan kitab yang dikembangkan dalamsuatu hikmah, maka seorang nabi pastinya mempunyai suatu model berpikir tertentu yang memungkinkannya menembus realitas dan menemukan hakikat kebenaran di balik realitas atau kejadian. Model berpikir tersebut dipakai untuk memahami dan mendalami kebenaran melalui integrasi “aql” dan “qalb”.
Dalam Alquran 22: 46 menjelaskan yang artinya “maka tidak pernahkah mereka berjalan di muka bumi, sehingga hati mereka dapat memahami, telinga dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada”.
Selanjutnya dalam Alquran 33 : 21 dijelaskan yang artinya “sungguh pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan pada hari kemudian, serta mereka banyak mengingat Allah. Keteladanan nabi yang utama bagi penulis bukanlah pada perbuatannya, seperti cara makan dan memelihara jenggot saja, tetapi keteladanan beliau pada pemikirannya, karena perbuatan adalah tindak lanjut dari pemikiran, pemikiran adalah ibu kandung perbuatan. Bahkan dalam prinsip etika, perbuatan yang tidak disertai pemikiran adalah pemikiran yang tidak disadari, maka perbuatan itu tidak termasuk ranah etika, seperti perbuatan orang yang kehilangan akal sehatnya atau perbuatan orang gila.
Paradigma integratif dan interkonektif sesungguhnya dapat dimungkinkan dengan integrasinya “aql” dan “qalb” sebagai suatu metoda berpikir untuk memahami realitas. Pendekatan integratif adalah pendekatan ulul’albab yang secara jelas digambarkan Alquran 3: 190-191 yang artinya sebagai berikut : “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang adalah tanda-tanda bagi ulul albab, yaitu mereka yang mengingat (zikir/qalb) tentang Allah dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring dan memikirkan (aql, rasio) tentang penciptaan langit dan bumi ; ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia ; Mahasuci Engkau, maka hindarkanlah kami dari siksaan neraka.
Penjelasan Alquran di atas bisa dimengerti akan adanya proses rasional transcendental di mana 1) mengingat (zikir pada kekuasaan Allah) mendahului 2) berpikir untuk memahami dan mendalami semua ciptaanNya di langit dan di bumi,3) dan mencapai proses transendensi dengan 4) kesadaran tidak akan menyia-nyiakan semua ciptaanNya dan aktualitas perbuatan yang terhindar dari siksaan neraka. Ini menjadi metoda berpikir integratif dan interkonektif yang berada dalam jalan hidup seseorang untuk selalu mensyukuri dan menghindari siksaan neraka.
Karena itu, bagi penulis makna surat al fatihah yang dibaca setiap kali oleh seorang muslim ketika menjalankan solat, terutama saat membaca Alquran 1: 6-7 yang dijelaskan artinya : “tunjukkan kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan pula mereka yang tersesat. Maka jalan lurus itu dapat dimengerti sebagai metoda berpikir yang secara konsisten dan lurus, kemudian diaktualisasikan dalam perbuatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama, akan menjadi nikmat, bukan laknat apalagi tersesat.
Filsafat Islam sebagai metoda berpikir menjadi dasar bagi peradigma integrative interkonektif, yang secara sistemik menyatukan antara aql, qalb, wahyu dan realitas menjadi suatu metodologi berpikir yang bersifat rasional transcendental, dan selalu berdimensi majemuk. Karena itu, filsafat Islam sebagai metode berpikir seperti yang dijelaskan di atas, akan menjadi dasar dalam merumuskan filsafat dalam studi-studi keislaman. Dalam kaitan ini, maka seharusnya dalam setiap fakultas diajarkan filsafat Islam sesuai dengan bidang kajiannya masing masing, seperti filsafat hukum Islam di fakultas syari’ah, filsafat pendidikan Islam di fakultas tarbiyah, filsafat dakwah Islam di fakultas dakwah, filsafat eknonomi Islam di fakultas ekonomi dan bisnis dan seterusnya.
INTEGRASI DAN INTERKONEKSI SEBAGAI METODOLOGI DALAM STUDI KEISLAMAN
Dalam sebuah forum dialog di TVRI Yogyakarta, penulis selaku rektor UIN Sunan Kalijaga ditanya oleh seorang pemirsa, bahwa berubahnya IAIN menjadi UIN adalah suatu pendangkalan ilmu agama. Pertanyaan mereka itu didasarkan pada fenomena bahwa penguasaan ilmu agama pada alumni UIN lebih rendah daripada alumni IAIN dulu. Pertanyaan itu juga pernah menjadi perdebatan yang panjang di kalangan akademisi IAIN ketika kita akan berubah menjadi UIN.
Di samping itu, pandangan bahwa ilmu keislaman adalah ilmu agama masih tetap kuat di kalangan masyarakat Islam sendiri, sehingga ilmu keislaman bagi mereka adalah ilmu-ilmu agama seperti yang ada di IAIN dulu, yaitu ushuluddin, dakwah, syariah, adab dan terbiyah. Sedangkan ilmu-ilmu di luar studi agama adalah bukan ilmu keislaman. Dengan kata lain, mereka sebenarnya masih berpandangan bahwa Islam adalah agama, bukan kebudayaan, sehinga sains dan teknologi sebagai bagian dari kebudayaan, tidaklah termasuk kajian keislaman.
Karena itu, paradigm integratif dan interkonektif menjadi sangat penting dan fundamental dalam merumuskan kajian-kajian keislaman, di mana posisi Islam sebagai nilai-nilai yang mendasar dan mengikat setiap kajian keislaman yang ada dalam berbagai aspek kebudayaan, baik kebudayaan sebagai sistem nilai, produk maupun eksistensi manusia dalam perjalanan hidupnya yang kompleks.
Dalam pandangan penulis, yang paling sulit dilakukan dalam usaha melakukan integrasi dan interkoneksi studi-studi keislaman adalah bagaimana merumuskan metodologinya. Upaya integrasi dan interkoneksi yang banyak dilakukan sekarang ini adalah mengintegrasikan dan menginterkoneksikan materi kajian dari studi studi keislaman dalam kajian ilmu-ilmu umum atau sebaliknya, seperti mengintegrasikan materi kajian kajian Islam, terutama Alquran dan Alhadits diintegrasikan dan diinterkoneksikan dengan bidang kajian-kajian ilmu-ilmu umum.
Konsep pohon ilmu ilmu keislaman (Prof Imam Suprayogo) serta konsep jaring labah-labah ilmu ilmu keislaman ( Prof Amin Abdullah) menurut pandangan penulis yang sempit ini, rasanya belum sampai merumuskan pada metodologinya. Integrasi dan interkoneksi model ini, seringkali diimplementasikan dengan melakukan integrasi infrastruktur fisik dan non fisik, termasuk material dan bahan ajar dalam pengembangan keilmuan dalam suatu konsep universitas.
Dalam pandangan Islam, sebenarnya tidak mengenal dualisme pendidikan dan dikhotomi keilmuan. Pendidikan harus dilakukan secara integratif, sehingga keragaman ilmu bisa saling menyapa dan menyatu dalam memecahkan persoalan kemanusiaan yang makin kompleks. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa masalah masalah kemanusiaan, seperti kesejahteraan, kemiskinan, kebahagiaan, keamanan dan perdamaian, tidaklah bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal keilmuan semata mata. Karena itu, pendekatan integratif dan interkonektif adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan yang semakin global ini.
Jika kita akan menempatkan integrasi dan interkoneksi sebagai suatu metodologi, maka dalam setiap jenjang pendidikan di UIN Suka baik S1, S2 maupun S3nya, bagaimana jabaran dalam kurikulumnya. Demikian juga halnya dalam berbagai fakultas yang ada, bagaimana integrasi dan interkoneksi sebagai metodologi dapat diimplementasi-kan dalam berbagai fakultas, sehingga sehingga masing-masing keilmuan yang dikembangkan oleh setiap fakultas berada dalam ikatan metodologi yang sama, yaitu integrasi dan interkoneksi.
Semoga bermanfaat wallahu a’lamu bishshowab.
(Disampaikan dalam rangka Seminar “Praksis Paradigma Integrasi Interkoneksi Ilmu dan Transformasi Islamic Studies”, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Convention Hall, 22-23 Oktober 2014)


SUMBER : uin-suka.ac.id
“Membaca”, itulah sebuah hobi yang sejak dulu sampai kini dianjurkan pemerintah kepada generasi mudanya. “Buku itu gudangnya ilmu”, “Buku adalah jendela dunia”, dan lain sebagainya. Tapi memang, meskipun peribahasa-peribahasa tadi sangatlah luar biasa, tapi minat baca di negara ini “katanya” kecil dibandingkan dengan negara lainnya. Apalagi terhadap buku-buku non-fiksi, minta bacanya mungkin semakin rendah.
Oke, itu pengantar yang mungkin agak membosankan. Kita gak bisa menyalahkan anak-anak atau remaja yang tidak suka baca buku apalagi non-fiksi. Lihat saja, kebanyakan buku dulu itu sangat monoton, hitam putih, terkesan serius, dan pokoknya membuat orang menjadi malas untuk sekedar membuka sampulnya. Kalau melihat minat baca, mungkin cukup tinggi, tapi bacaan apa? novel bergambar atau komik. Hm.. tidak masalah menurut saya. Jujur, saya termasuk orang yang suka baca sejak waktu kecil. Apa yang saya baca pertama kali bahkan sebuah novel karangan Enid Blyton dalam seri “Pasukan Mau Tahu” yang judulnya “Misteri Surat Kaleng”. Saya baca novel terjemahan itu pertama kali kalau tidak salah saat di SD. Lalu, kakak saya kemudian berlangganan sewaan komik yang selalu dia bawa sehabis pulang sekolah. Dari sana juga, saya pertama membaca komik sampai tamat episodenya, yaitu serial “Detective Kindaichi”. Sebenarnya, komik yang satu ini agak berbahaya dibaca anak kecil karena isinya penuh cerita misteri pembunuhan. Tapi karena sejak kecil dikenalkan buku fantasi dan komik, hobi membaca itupun muncul. Hm… tiap orang pasti punya alasan sendiri kenapa mau membaca dan tidak. Oke, dua postingan berturut-turut dari sekarang akan saya isi dengan ulasan buku dan komik yang pernah saya baca juga ulasan pengarang/komikusnya. Karena saya cukup berterimakasih pada cerita yang mereka bawa pada saya sejak kecil sampai sekarang, yang menanamkan mimpi, kegembiraan, fantasi, dan juga berpikir lebih jauh tentang kehidupan, hehe :D Oke, postingan hari ini akan saya awali dengan postingan tentang novel-novel non-fiksi dari luar maupun dalam negeri. Postingan selanjutnya baru akan saya ulas tentang komikus dari Jepang yang punya ide-ide cerita  luar biasa.

1. Enid Blyton (1897-1986)
Edisi Pasukan Mau Tahu – Misteri Surat Kaleng
Enid Mary Blyton, atau dikenal dengan Mary Pollock di negara kelahirannya, Inggris. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, novel dari Blyton yang saya baca pertama kali adalah Pasukan Mau Tahu. Kesan pertama saya adalah luar biasa! cerita yang mudah dinikmati oleh anak-anak tapi terkesan cerdas dengan candaan yang kadang tidak terduga. Pasukan Mau tahu ini seri yang cukup banyak. Beberapa diantaranya yang pernah saya baca: “Misteri Surat Kaleng”, “Misteri Bungkusan Aneh”, “Misteri di Tally-Ho”, “Misteri Kucing Siam”, dan masih banyak lagi. Saya sebagian besar sudah lupa ceritanya karena kebanyakan saya baca sewaktu saya masih SD-SMP. Novel karangan Enid Blyton lainnya yang saya baca sampai beres adalah “Secret Seven” atau dalam bahasa Indonesianya “Sapta Siaga”. Ini kalau tidak salah ada 12 buku yang sudah saya baca semuanya. Kalau yang ini saya masih ingat kasus-kasusnya. Membuat saya berdecak kagum waktu dahulu. Terlebih lagi, saya pernah bermimpi untuk bisa mempunyai markas rahasia seperti mereka yang selalu mengganti kata kunci masuk tiap harinya. Tapi dibanding dengan pasukan mau tahu, ini masih kalah menurut saya, hehe. Novel lainnya adalah “Lima Sekawan”. Kalau ini saya percaya pasti banyak anak yang tahu dan baca novelnya karena memang lebih terkenal dibanding yang lain. Lima sekawan ini bedanya adalah sebuah tim yang selalu menemui petualangan seru ketika berlibur sekolah. Membaca ini pasti membuat kita ingin pergi ke banyak tempat dan menemui peta harta karun, atau menemui ruang bawah tanah rahasia. Novel yang keren! Seri lainnya yang Enid Blyton bawa dan menurut saya lebih keren lagi adalah “Si Kembar dari Mallory Towers”. Ini ceritanya adalah tentang dua anak kembar yang bersekolah di sekolah asrama Mallory Towers. Disana keduanya menemui banyak kejadian yang membuat mereka mencintai sekolahnya, teman-temannya, dan juga olahraga yang selalu mereka mainkan–Lacrosse. Dari novel ini, saya merasa melihat Inggris secara langsung, bersekolah di dalamnya, bahkan memainkan Lacrosse yang bahkan belum pernah saya lihat sama sekali. Enid Blyton dengan kemampuan berceritanya membuat saya seakan-akan terbang ke Inggris sana. Serial yang hampir serupa tapi tak sama adalah “Si Badung” atau “The Naughty girl”. Hampir sama, karena setting nya ada di sekolah juga, namun bedanya tokohnya disini adalah anak perempuan yang nakalnya minta ampun. Suka melawan peraturan dan juga suka terlibat perkelahian. Namun, dari sini, si badung mempunyai sisi yang juga membuat pembacanya belajar tentang persahabatan. Saya terkesa dengan ide dari Blyton tentang komite murid di asramanya. Jadi, murid-murid yang memang melakukan suatu pelanggaran akan ditentukan sendiri hukumannya oleh komite murid yang notabene anggotanya adalah murid-murid itu sendiri. Disini saya belajar adanya organisasi, tanggung jawab, juga persahabatan. Masih banyak lagi karangan Enid Blyton yang memukau. Penulis asal Inggris ini memang sesuatu banget kalau sudah menyangkut novel fiksi anak-anak. Untuk menarik minat anak-anak membaca, mungkin novel Enid Blyton ini bisa menjadi rekomendasi karena isinya selain menyenangkan juga memberi banyak pelajaran berharga.
2. Agatha Cristhie (1809-1976)
Ini dia penulis misteri yang terkenal dengan tokoh “Hercule Poirot” (read: erku:l poaro). Seri dalam bahasa Inggrisnya sering dinamai “Hercule Poirot and Miss Marple”. Saya pertama mengenal hercule Poirot saat SMP dari teman saya saat kemah pramuka. Dia membawa sebuah novel dengan jilid yang agak menyeramkan menurut saya, yaitu sebuah boneka negro yang terlihat seperti kesepian. Lalu barulah saya tahu itu salah satu seri Hercule Poirot. Dari sana, saya mulai mencari dan membaca buku seri Hercule Poirot satu demi satu. Beberapa seri yang pernah saya baca diantaranya: “Gajag Tidak Pernah Lupa”, “Saksi Bisu”, “Sleeping Murder”, dan masih banyak lagi. Karakter dari Poirot ini unik, berbeda dengan Sherlock Holmes ataupun detektif lainnya. Poirot juga sering mengungkapkan sesuatu dengan bahasa Prancis karena mungkin kebangsaannya  Belgian (bahasa nasional Belgia ada 3: bahasa belanda, prancis, dan jerman). Tapi, dari sini saya banyak tahu beberapa istilah kecil dalam bahasa prancis.
Uniknya penggambaran Agatha Christie tentang karakter Poirot ini tercermin dari cara bicara, cara dia menggambarkan Poirot berpikir, maupun berjalan. Memang jarang dilakukan penggambaran secara langsung oleh kalimat, namun dari karakternya saya bisa langsung membayangkan bagaimana sosok Hercule Poirot ini. Apalagi Agatha Christie mengenalkan sebuah istilah “Sel-sel kelabu” Poirot yang selalu membantunya dalam memecahkan masalah. Memang penggambaran yang unik! Tapi, untuk yang pertama mulai membaca buku, tidak disarankan langsung membaca Poirot. Karena selain inti ceritanya agak rumit, bahasa terjemahan dalam bahasa Indonesianya juga cukup berbelit-belit untuk difahami langsung. Tapi, untuk yang senang cerita detektif, jangan hanya terobsesi dengan Holmes kalau belum pernah membaca Poirot!
3. Sir Arthur Conan Doyle (1859-1930)
Siapa yang tidak tahu Conan Doyle? Atau Holmes? kalau tidak tahu tidak apa-apa sebenarnya karena tidak se-urgent hafal Al-Fatihah atau tidak, hehe :D
Sherlock Holmes dan Dr. Watson, sahabatnya
Oke, yang belum tahu ini dia penulis dari Sherlock Holmes, detektif yang terkendal luar biasa dalam memecahkan banyak kasus dengan kepribadiannya yang unik juga. Sepertinya, tokoh ini hampis semua mengetahuinya. Selain karena karakter yang unik, kasus yang dipecahkan juga kasus yang selalu rumit. Selain itu, berbeda dengan Poirot, Holmes ini terkenal dengan musuhnya Dr. Moriarty. Bahkan, meskipun penulisnya sudah lama meninggal, cerita Sherlock Holmes terus menerus diperbarui. Seri film nya diputar di BBC dan mendapatkan tanggapan yang baik. Selain seri, Sherlock Holmes the movie juga dirilis dengan pemeran Sherlock adalah Robert Downey Jr. yang juga pernah bermain sebagai Iron Man.
Cerita tentang Sherlock Holmes yang saya baca lebih banyak berupa softcopy dari cerita-cerita pendeknya. Gaya bertutur Doyle mengesankan menurut saya, terlebih lagi ketika menggambarkan TKP. Untuk yang suka cerita detektif, tentunya Sherlock Holmes ini tidak akan terlewatkan!

4. J.K. Rowling (1965-sekarang)
“Harry Potter and The Sorcerer’s Stone” atau “Harry Potter dan Batu bertuah” dalam edisi Indonesia
Joanne Kathelen Rowling, seorang Ibu yang berhasil menyihir semua pembacanya untuk masuk ke dunia sihir dalam ceritanya. Buku yang paling spektakuler dari dulu sampai kini, yaitu Harry Potter, adalah salah satu karyanya. Harry Potter sendiri adalah tokoh yang dibuat Rowling sebagai seorang anak yang awalnya hanya biasa-biasa saja dan tiba-tiba memegang peranan sangat penting dalam dunia sihir. Saya pikir semua orang yang pernah menonton Harry Potter, atau bahkan yang hanya pernah mendengan Harry Potter pernah tahu tentang kisah ini. Saya pertama kali mengenal Harry Potter adalah dari filmnya yang berjudul “Harry Potter and The Chamber of Secrets”. Saya masih ingat saat itu masih kelas 5 SD dan film itu berulang kali saya putar karena saking sukanya.
Semua seri Harry Potter telah tamat saya baca sejak saya SMP. Pertama kali menemukan buku Harry Potter ini adalah saat saya diajak pergi ke Perpusda sepulang sekolah. Saat itu saya melihat buku Harry Potter bertengger pada lemari kaca, yang artinya; “Tidak bisa dipinjam, hanya bisa dibaca disini”. Karena alasan itu pula, setiap hari sepulang sekolah, saya dan teman saya tadi selalu pergi ke Perpusda dan membaca Harry Potter disana. Sampai suatu saat, penjaganya membolehkan kami meminjam buku karena mungkin seringnya melihat kami kesana tiap hari untuk membaca buku.
Cara J.K Rowling bercerita memang menarik. Ide dari Harry Potter yang unik dipadu dengan gaya bertutur yang lihai membuat novel ini menjadi sebuah masterpiece. Karyanya sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa, bahkan bahasa Indonesia. Seri pertamanya, the sorcerer’s stone, merupakan edisi dalam Amerika, karena edisi di Inggris nya berjudul “Harry Potter and The Philosopher’s Stone”. Saya juga memuji penerjemah di Indonesia yang membuat terjemahan sangat bagus dan dapat menggambarkan ide Rowling dengan baik. Seperti misalnya mirror of erised, diterjemahkan menjadi cermin tarsah. Cerdas!
Selain Harry Potter, Rowling juga menulis buku lainnya yaitu the Casual Vacancy yang belum sempat saya baca karena sibuknya tingkat 4 ini huhu… selain itu, karya lainnya yang cukup terkenal adalah The Silkworm. dalam buku itu, Rowling memakai nama pena Roberth Galbraith.
5. Sinta Yudisia
Penulis Indonesia yang membuat saya terkesan dengan novelnya “Sebuah Janji”, “The Lost Prince”, dan juga “The Road to the Empire”. Saya menyenangi ide Sinta Yudisia yang bisa memadukan nilai-nilai keislamian dengan nilai sejarah. Saat membaca “The Lost prince”, saya membayangkan jika saya berada di zaman dimana  saya salah satu orang yang menolong Takudar sebagai santri Baabussalaam. Karena novelnya itu juga, saya mulai mencari novel lainnya karya Sinta Yudisia. Dari novel ini saya belajar tentang belajar ikhlas dan pentingnya menepati janji. Karena dengan hanya sebuah janji itu, bisa menentukan nasib sebuah bangsa! afterall… kesan saya terhadap Sinta Yudisia adalah lihainya dalam memadukan ide dengan sejarah. Beberapa karya lainnya juga sering berkaitan dengan sejarah. Karya lainnya yang membuat saya terkesan adalah “Indra Keenam”. Untuk novel yang ini, saya terkesan dengan cara dia menuturkan seorang tokoh Age yang ternyata mempunyai sebuah kekuatan yang bisa berpengaruh pada kelompok yang baik atau malah menguntungkan kelompok yang jahat.
6. Andrea Hirata
Kesan pertama saya saat mendengar nama Andrea hirata adalah: “Oh, orang Jepang ya?” yang ternyata sama sekali salah, hehe.
Buku Laskar Pelangi yang luar biasa

Karya sekuelnya bermula dari Laskar Pelangi, sebuah cerita berlatar tahun 1970 di daerah Belitong yang merupakan penghasil timah di Indonesia. Saya kira, semua orang juga pasti mengenal cerita Laskar Pelangi ini dengan baik. Cerita yang membuat saya kembali membangkitkan mimpi saya untuk bisa meraih cita-cita saya. Membaca novel ini saya tertawa, tersenyum, dan bahkan menangis. Apalagi dengan seri keduanya “Sang Pemimpi” yang mampu membuat saya tersengguk-sengguk menangis. Gaya bertutur Andrea Hirata termasuk cukup sulit, meskipun disanalah daya tariknya. Bahasanya cerdas, puitis, namun seringkali memakai istilah asing yang pembacanya harus membaca ulang karena tidak langsung mengerti. Tapi saya juga terkesan karena Andrea Hirata mampu mengajak pembacanya untuk ikut bermimpi dan tidak menghentikan jalan meraih mimpi itu.
Seri Laskar Pelangi lainnya yaitu “Edensor” dan “Maryamah Karpov” yang juga tidak boleh ditinggalkan bagi pecinta Laskar Pelangi. Selain seri Laskar Pelangi, Andrea Hirata juga menulis “Cinta Dalam Gelas” dan “Sebelas Patriot”. Karena sudah terlanjur senang dengan gaya bertutur Andrea Hirata, hampir semua bukunya sudah saya baca juga. Banyak pesan kehidupan yang saya dapatkan dari novel-novel Andrea Hirata, terutama tentang kegigihan dalam mencapai mimpi. Mungkin, karena ini juga, saya selalu berusaha dalam mencapai mimpi saya.
Sebenarnya, masih banyak novel yang telah saya baca sejak kecil sampai sekarang. Namun, kalau disebutkan satu persatu, rasanya capek juga (apalagi ngetiknya). Tapi buku-buku dan penulis diatas adalah yang saya rekomendasikan untuk dibaca. Apalagi untuk yang tidak suka baca, atau sedang kehilangan semangat dalam meraih mimpi. Jika saja semua anak negeri ini memiliki hobi membaca, saya kira memang pengetahuan yang dimiliki anak-anak negeri ini akan bertambah dan memiliki pemikiran yang matang dalam bersikap. Sekarang, media sosial dijadikan bahan bacaan utama. Pagi hari, twitter menemani, berlanjut ke facebook, belum ngecek path, dan lain sebagainya. Media sosial sebagai media utama komunikasi zaman sekarang memiliki kelemahan: “Ketidak akuratan informasi, sampai kita memverifikasi sendiri “. Ujung-ujungnya, memang benar kata peribahasa, buku adalah jendela dunia dan gudangnya ilmu.
But…. next posting adalah tentang manga (komik jepang) dan komikus yang oke-oke juga. Jangan salah dulu, saya juga belajar cukup banyak pelajaran kehidupan dari manga-manga yang pernah saya baca. Memang, ujung-ujungnya, apa yang kita baca, kita sendiri yang mampu memfilter dan mampu menarik pelajarannya. Sebagus apapun kata-kata nasihat dalam buku tidak akan dapat mengubah sikap buruk seseorang menjadi baik jika dia membacanya tanpa menghayati atau bahkan tidak membacanya sama sekali.

Menangis karena Allah


Cintaku,
Banyak hal yang tak perlu diungkap namun sudah terlihat jelas. Hanya butuh pemahaman saja. Ada kata-kata yang mampu menghilangkan rasa sakit, namun terkadang diam lebih menyembuhkan.
Sungguh miris melihatmu harus terpuruk sendiri. Aku tidak bisa memasuki rana ini, wilayah ini tertutup bagiku. Walau bagaimana situasi dan kondisinya ingatlah bahwa aku akan selalu menjadi bayangmu. Menemanimu disaat menangis dan tertawa

Saat ini aku hanya bisa memandang jarum jam sambil merapal doa permohonan agar cintaku diberi kekuatan untuk mengatasi semua masalah yang ada. Ikhlas dan pasrah cintaku, maka semua hal akan menjadi lebih mudah. Aku hanya paham, bahwa seseorang tidak akan diuji diluar kemampuannya. Itu artinya  citaku mampu menanggung semuanya. Tegar dan kuatlah cintaku.
Peristiwa yang mendera membuat merasa takut pada Sesembahanmu, hingga kau merasa resah. Mendengar keluhmu cintaku, membuatku teringat buku Menangis karena Allah.
"Barangsiapa tidak takut kepada Allah, ia akan merasa takut pada segala sesuatu" 
Sebuah kalimat yang bermakna luas. Seseorang yang takut pada Allah  tidak akan merasa takut pada dunia dan manusia. 

Membaca Menangis karena Allah membuat jiwa mendapat asupan rasa keimanan. Tertuang 170 kisah dengan berbagai latar belakang dan tokoh yang mampu menggugah serta mempertebal  rasa kecintaan kita pada Sang Pencipta.  

Tengok kisah nomer 34.  Berkisah mengenai Tangisan seorang Ahli Ibadah (Abid). Abu Al-Laitsi As-Samarkandi mengatakan, bahwa ia pernah mendengar dari ayahnya kisah mengenai seorang pelacur yang selalu menggoda lelaki dengan kecantikannya.  Ia selalu duduk di atas ranjang dekat pintu rumahnya yang terbuka.  Untuk bisa menikmati kemolekannya, setiap lelaki harus menyediakan dana sebesar sepuluh dinar.

Suatu hari, seorang  Ahli Ibadah (Abid) tergoda olehnya. Ia berusaha keras mengusir bayang wanita itu, namun rupanya bisikan setan demikian kuatnya hingga ia menjual baju yang ia miliki dan mengumpulkan uang yang dibutuhkan dan diserahkan ke wanita itu. Kesepakatan telah dibuat.

Pada waktu yang ditentukan ia kembali mendatangi wanita itu. Namun saat ia menyentuhnya Allah menolongnya. Mendadak tubuhnya kaku, jantungnya berdetak keras, wajahnya mucat dan gemetarlah seluruh tubuhnya, tentu saja hal tersebut membuat wanita itu keheranan.

Dengan penuh penyesalan Abid itu mohon diri dan merelakan semua uangnya. Siapa yg mengira kejadian tersebut justru membuat wanita itu merasa sangat takut. "Laki-laki itu baru pertama kali melakukan perbuatan dosa ini, tetapi dia begitu takutnya. Aku telah lama melakukan perbuatan dosa ini dan Tuhan yang ia takuti adalah Tuhanku juga. Seharusnya, rasa takut (ku) jauh lebih besar daripada rasa takut(nya)" ia segera bertaubat dan rajin menjalankan ibadah.

Wanita  itu bahkan mendatangi kampung halaman Sang Abid. Siapa tahu ia bersedia menikahinya hingga ia bisa belajar agama. Sayangnya saat melihat wajah sang wanita, Abid sangat terkejut hingga meninggal. Ia terbayang akan perbuatan dosa yang nyaris dilakukannya. Bukan main sedihnya hati sang wanita. Untungnya Sang Abid memiliki saudara lelaki yang juga saleh walau miskin. Mereka akhirnya menikah.

Rasa takut Sang Abid tidak saja menyelamatkan dirinya dari perbuatan dosa, namun juga membawa kebaikan,  tobatnya seorang pelacur. Pelacur itu menggunakan pakaian yang pantas dan meninggalkan masa lalunya. Ia berharap dengan menikahi laki-laki saleh ia bisa belajar bagaimana menjadi seorang muslimah sejati. Harta baginya bukanlah masalah. Sungguh kisah yang mengharukan.
 
Kisah mengenai segala hal harus seimbang bisa ditemui dalam kisah nomer 14 tentang Abu Darda', sosok ahli ibadah yang kaya. Hampir seluruh hartanya dinafkahkan di jalan Allah, ia juga gemar berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari.
Suatu saat Salman Al-Farisi, salah satu sahabat Rasullulah memberinya nasehat, " Wahai saudaraku sungguh jasadmu memiliki hak darimu. Tuhanmu memiliki hak dari dan istrimu mempunyai hak darimu. Oleh karena itu, berpuasalah dan berbukalah;sembayanglah dan kumpulilah istrimu. Segala sesuatu, berikanlah haknya masing-masing.
Kesalahan ketik seperti pintuh (hal 85), menegtahui (hal 100)   tak mengurangi kekusyukan membaca buku ini. Akan lebih  bermanfaat lagi jika ada semacam catatan kaki untuk menjelaskan beberapa hal sehingga buku ini juga bisa menjadi sumber pengetahuan. Misalnya pada halaman vii disebutkan tentang QS Al-Rahman [55], ada baiknya juga dijelaskan apa maksud dua surga. Pada beberapa bagian terbaca kalimat yang sedikit janggal, hal ini disebabkan karena rangkaian kalimat yang sedikit membingungkan.
 
Cintaku, apapun cobaan yang datang, hadapi dengan senyum. Kalimat dalam buku berikut layak untuk diteladani, " Rasa takut pada Allah merupakan gabungan ritual ibadah yang dilakukan seorang mukmin. Takut kepada Allah merupakan tanda diterimanya segala ibadah yang ia lakukan; takut kepada Allah merupakan  bukti doa yang diterima hingga dikabulkan. Tanda dikabulkannya doa adalah tangisan di hadapan Allah sambil berdoa. Menangis karena Allah merupakan kemampuan yang agung yang tidak akan dicapai, kecuali orang-orang saleh"(hal vii)
Older Posts Home

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

POPULAR POSTS

  • Review lengkap makanan kucing EXCEL Excellent Cat Food rasa ikan tuna
  • PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK MEMAHAMI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MASA REMAJA
  • mengkaji novel MENANGIS KARENA ALLAH
  • Hal Yang Perlu Diketahui Tentang AnakTunanetra
  • Cara menemukan smartphone yang hilang dengan Android Device Manager
  • 10 ANIME TERBAIK YANG PANTAS DIBACA OLEH OTAKU
  • Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam
  • Legenda para “gila belajar” yang unik versi anime dan manga
  • 10 Pemain hebat sepakbola yang beragama islam
  • KISAH YANG MENYAYAT HATI

Categories

  • anime
  • buku
  • download novel gratis
  • ilmu
  • jalan jalan
  • keagamaan
  • kehidupan
  • kisah
  • militer
  • pendidikan
  • tutorial

Advertisement

Follow us on Facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Slider [On/Off]

About Me


I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out. Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.

Popular Posts

  • Review lengkap makanan kucing EXCEL Excellent Cat Food rasa ikan tuna
  • PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK MEMAHAMI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MASA REMAJA
  • mengkaji novel MENANGIS KARENA ALLAH

Advertisement

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates